Seni Bertani : Menemukan Makna Hidup dari Bertani, Beternak, dan Merawat Alam – CapCapung

Kita mengenakan pakaian setiap hari dan menikmati sajian di meja makan tanpa benar-benar menyadari dari mana semua itu bermula. Di balik sehelai kain batik berpigmen biru, ada daun indigo hijau yang melewati fermentasi panjang. Di balik busana bernilai tinggi, ada serat rami yang dirawat oleh tangan-tangan petani lokal. Seni Bertani mengajak kita menelusuri kembali perjalanan panjang dari kebun hingga menjadi kebutuhan dasar manusia—sandang, pangan, dan papan—sebuah hubungan erat antara alam, pengetahuan, dan ketekunan yang kian jauh dari ingatan masyarakat modern.
Melalui penceritaan yang reflektif dan kontekstual, buku ini merekam jejak nyata mereka yang memilih bertahan dan berinovasi di desa: para penggiat rami yang mengintegrasikan pertanian dengan peternakan, hingga perintis pewarna alami yang mengubah percakapan biasa menjadi ekosistem usaha ratusan hektare. Di sini, bertani dirayakan bukan sebagai pekerjaan masa lalu yang usang, melainkan sebagai proses bernilai tinggi yang membentuk kemandirian, rantai nilai yang adil, serta identitas kebudayaan yang berakar.
Ditulis dengan gaya naratif yang hangat, lugas, dan kaya akan wawasan praktis, Seni Bertani hadir untuk siapa saja—baik pelaku usaha, pencinta kriya, maupun pembaca umum—yang ingin memahami bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan. Buku ini mengingatkan kita kembali pada filosofi paling mendasar: bahwa untuk bertumbuh dan memberi penghidupan bagi banyak orang, kita harus bersedia belajar merawat prosesnya dari tanah.

Penulis:

CapCapung

ISBN:

xxx-xxx-xxxx-xx-x

Penerbit:

Yashmedia

Editor:

Singgih A.S.

Layout:

Tim Yash Media

Dimensi | Halaman:

15 x 23 cm | x + 146 hlm


Posted

in

, ,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *